Nur Efendi

CEO Rumah Zakat

Memulai karir di Rumah Zakat sejak tahun 2006 sebagai ZIS Consultant dan di tahun 2011 dipercaya mengemban amanah menjadi CEO Rumah Zakat Indonesia. Perjalanan panjang seorang Nur Efendi di Rumah Zakat yang sekaligus menghantarkan ia menjadi Best CEO 2019 versi majalah SWA.

Nur Efendi menjadi sosok yang mendorong transformasi besar di tubuh Rumah Zakat hingga menyandang status “The World Digital Philanthropy Organization”. Menurut Nur Efendi, transformasi digital harus dilakukan untuk memberikan bergam kemudahan dan pengalaman baru dalam hal membantu sesama melalui jalur LAZIS.

Peran badan LAZ (Lembaga Amil Zakat) seperti Rumah Zakat menjadi sangat relevan di situasi krisis. Di saat banyak masyarakat ditimpa kemalangan akibat krisis COVID-19 seperti sakit atau kehilangan pekerjaan. Disebutkan oleh Nur Efendi, zakat bisa menjadi instrumen solusi yang mendorong orang mengeluarkan zakat mereka. Dana umat bisa digunakan untuk saling berkolaborasi antara LAZ dan pemerintah yang digunakan untuk penanggulangan bencana wabah.

Branding for Non-Profit: Be A Solution for COVID-19 Social Problems

Pandemi Covid-19 berimplikasi luas. Kemerosotan ekonomi telah menimbulkan persoalan sosial. Dalam kondisi seperti ini, pemilik merek – terutama dalam kalangan NGO –, bisa menjadi bagian dari solusi untuk masyarakat yang terdampak. Langkah mereka, selain bisa menjadi solusi, juga meningkatkan awarenness dan engagement. Persoalannya tinggal: bagaimana melakukan branding secara empatik dengan memberikan solusi bagi masyarakat terdampak?

Branding Practices

Kamis, 2 Juli 2020

Pukul 09.45-10.45