Irfan Setiaputra

CEO PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Baru empat bulan terpilih menjadi pimpinan puncak Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra langsung dihajar badai pandemik Covid-19 yang memporak-porandakan agenda perusahaan yang telah disusunnya. Krisis kali ini tidak hanya Garuda, melainkan juga seluruh industri maskapai penerbangan di dunia semua terdampak karenanya.

Meskipun situasi ini membuat langkah perusahaan semakin berat, bukan Irfan namanya kalau menyerah dengan keadaan. Pengalaman sarjana lulusan S-1 Teknik Informatika ITB malang melintang di sejumlah perusahaan di bidang teknologi informatika dan beragam penghargaan atas prestasinya: IBM STAR of the STARS Award, IBM Professional Achievement Award, dan Best CEO versi majalah SWA; memberikan keyakinan dapat menyelesaikan dampak-dampak yang disebabkan oleh Corona. Irfan optimis badai pasti berlalu.

Irfan akan membagi pengalaman bagaimana menyelamatkan flag carrier ini dari ancaman Covid-19, terutama mempertahankan loyalitas pelanggan terhadap brand Garuda Indonesia. Bagaimana mempertaruhkan kepercayaan pelanggan dengan memberikan jaminan keselamatan kesehatan paska Corona. Orang nomor satu di Garuda Indonesia ini akan membagi pengalamannya bertajuk “Maintaining Brand Loyalty in Time of Constant Customer Fear: Assurance and Trust Matters,” pada hari Rabu, 1 Juli 2020 pkl. 09.45-10.45 di Indonesia Brand Forum (IBF)

Maintaining Brand Loyalty in Time of Constant Customer Fear: Assurance and Trust Matters

Industri penerbangan adalah salah satu industri yang terdampak di tengah gelombang krisis COVID-19. Pascapandemi industri ini juga diramalkan sulit menemukan momentum kebangkitannya kembali. Pertama, karena pintu-pintu arus perjalanan antarnegara dan antarkota tersumbat adanya deglobalisasi. Kedua, konsumen masih enggan naik pesawat karena risiko penularan virus di dalam pesawat maupun di dalam lingkungan bandara sangat besar. Ketiga, di tengah penerapan protokol COVID-19 pesawat hanya bisa beroperasi separuh kapasitas. Artinya harga tiket akan melambung. Dalam kondisi sulit seperti itu bagaimana maskapai penerbangan comeback dan membangun kembali loyalitas konsumennya? 

Branding Practices

Rabu, 1 Juli 2020

Pukul 09.45 - 10.45